Sabtu, 05 Agustus 2017

NAFAS LAM JALALLAH

Yang sebenar benarnya AKU itu nyata pada DIRIMU, kepada Sifat yang disifatkan, Maka karamkanlah DIRIMU dalam lautan tidak bertepi itu niscaya yang ada bukan lagi ENGKAU atau AKU MU tetapi AKU DZAT yang melahirkan segalanya, Aku dalam rupamu Yakni SifatKu Yang Nyata dalam KelakuanMu, Engkau Tiada UPAYA dan KEKUATAN untuk melakukan segala gerak itu malahan Engkau melakukan atas Kurnia dan Rahmatku semata-mata Kenapa engkau masih merasa ada kewujudan dalam hidup ini sedangkan WUJUD itu adalah Aku semata-mata, Yang mengerjakan kelakuanmu itu Aku atas Kudrat dan IradatKu, Yang menentukan waktu pun Aku, Aku punya Ilmu, Tanpa itu Engkau Tiada, Aku sengaja menyatakan DIRIKU padamu dan Aku memuji DiriKu diatas lidahmu. Jangan sekali-kali ada rasa didalam hatimu bahwa engkau mempunyai kemampuan untuk memujiKu, Ketahuilah bahwa engkau adalah hambaKu yang FAKIR berhak menerima PemberianKu dengan kasih dan sayangKu akan kupersembahkan sedikit rahasia tentang DIRIKU pada MU ...sebenarnya lafas ALIF-LAM-LAM-HA mengandungi seribu satu rahasia tersirat, hanya yang mengaji dan mengkaji jualah yang mengerti rahasia sebenarnya, Kata Para Wali dan Alim Ulama bahwa lafas ALLAH inilah yang sebenar-benarnya rahasia, terletak ia didalam dirimu,,
1 LA ( Lam Alif ) : Ucapan bagi Tubuhmu, menjaga kulit dan bulumu, Qalbi kepada Baitullah

2 ILAAHA ( Alif Lam Ha ) : Ucapan bagi Hatimu, penjaga daging dan darahmu, Qalbi kepada Baitul makmur

3 ILLA ( Alif Lam Alif ) : Ucapan bagi Nyawamu, penjaga urat dan tulangmu, Qalbi kepada Arasy

4 Allah ( Alif lam Lam Ha ) : Ucapan kepada Rahasiamu, penjaga urat dan sumsum Mu, Qalbi kepada Allah - - - - - - - - - - - - - - - Tarik nafas guna hidung dengan kalimah HU, kemudian tahan,
disaat menahan baca dalam hati kalimah ini "USALLI LAM JALALLAH, Ruh aku ruh Allah, rahasiaku rahasia Allah, kedudukanku mengadap kiblat baitullah, ALLAH HU LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASULULLAHI" kemudian hembuskan nafas dgn mulut dengan kalimah ALLAH, amalkan 2x dalam 24 jam, (siang 1x, malam 1x) - - - - - - - - - - - - - - -
ALIF itu adalah AHDIAH DZAT : LA TAAYUN pun aku, SIRRULLAH pun aku juga, Inilah ASAL NIAT yang tiada huruf dan tiada suara, Inilah USALLI artinya Aku sifatnya NAFSI WUJUD . Adapun ALIF itu dalil menyatakan maknanya DZAT, mertabat INSAN dan AHADIAH, Dengan kebesaran ALIF ini maka jadilah LAM yakni dengan kebesaran dan kekayaan SIFAT DZAT, Artinya ESA pada pihak TANZIL . LAM AWAL atau ALIF DIATAS : Adapun ALIF DI-ATAS itu dalil menyatakan SIFAT huruf ALIF diatas, Maka jadilah LAM AWAL maknanya SIFATKU SEMATA-MATA, mertabatnya WAHDAH Yakni TA'AYUN AWAL, Artinya NYATA AKU YANG PERTAMA Yakni TAJALLI SIFATKU (Allah), Menjadi NUR MUHAMMAD - AIN SABITAH - WUJUD IDHAFI - INSAN KAMIL pun aku juga, Menanggung NamaNya ALLAH,
Inilah asal yang sebenarnya SIFAT MAANI . LAM AKHIR atau ALIF DIBAWAH :
Adapun ALIF Di-bawah itu dalil menyatakan ASMA'KU, Huruf ALIF dibawah menjadi LAM AKHIR maknanya ASMA' Martabat WAHIDIAH yang bernama ALLAH Yakni TA'AYUN TSANI, Artinya NYATA YANG KEDUA Maka Tajallilah RUH ADAM dengan kebesaranku, kelimpahan Ruh inilah menjadi Tubuh Adam daripada huruf Alif Di-Atas . Maka huruf ini Maknanya DZAT ALIF Di-Atas Maka jadilah LAM AWAL, Maknanya Sifat ALIF dibawah Maka jadilah LAM AKHIR maknanya ASMA' ALIF didepan Maka jadilah maknanya AF'AL, Maka 4 huruf itu adalah empat Sifat ALIF LAM LAM HA - - - - - - - - - - - - - - -
Pertama RUH JASMANI Yaitu TUBUHKU Yakni DIRI TAJALLI . Kedua RUH RUHANI Yaitu HATIKU Yakni DIRI TERPERI . Ketiga RUH IDHAFI Yaitu NYAWAKU Yakni DIRI YANG TERPERI . Keempat RUH AL-QUDDUS Yaitu RAHASIAKU Yakni DIRI YANG WUJUD - - - - - - - - - - - - - - - Maka Adapun Nama ALLAH itu jadi TUBUH padamu, Tubuh kepada ALLAH itu jadi NYAWA padamu, Hati kepada Allah itu jadi NYAWA kepadamu, Nyawa kepada Allah itu jadi RAHASIA kepadamu . Maka Adapun yang bernama TUBUH itu PERBUATAN yang datang daripada HATI, Perbuatan Hati datang daripada Nyawa, Perbuatan Nyawa datang daripada Rahasia, Perbuatan Rahasia datang daripada AF'ALKU (Allah) . Maka Adapun yang bernama MATA itu ialah untuk MELIHAT, dan orang yang melihat itu tempatnya pada MATA HATI pada JANTUNG, Didalam Jantung ada FUAD, Didalam Fuad ada CAHAYA, Didalam Cahaya ada RAHASIA, Didalam Rahasia itu adalah Seperti Firman Allah yang berbunyi : "Al Insanu Sirri... Wa Ana Sirruhu, Insan itu adalah rahasiaKu dan Akulah rahasianya" INNI ANA DZATULHAQQ INALLAH INNI ANA SIFATULHAQQ INALLAH INNI ANA ASMAULHAQQ INALLAH INNI ANA AFAALULHAQQ INALLAH TIADA SATU NAFAS PUN TERLEPAS DARIPADAKU MELAINKAN DI SITU PULA ADA QADAR YANG BERLAKU DI ATAS MU, karena hakikat nafas itu adalah penyatuan antara pencinta dengan yang dicintai, inilah yang dikatakan makna sholat yang berkekalan, sebab sholat itu adalah MIKRAJNYA bagi orang yang mukmin, maka dari itu ikutilah gerak nafasmu sampai kepada yang dicintai yaitu Allah, inilah peringkat yang terpuji karena pada peringkat inilah yang dikatakan : "SHOLATLAH ENGKAU KEPADA DIRIMU SENDIRI, SEBAB YANG ADA PADA DIRIMU HANYALAH PENYEMBAHAN PADA DIRIMU, TIADA LAIN DIRIMU ITU MELAINKAN DIRIKU JUA ADANYA" ============================ Maksudnya ialah tukarlah arah pandanganmu atau hadapmu dari Kiblat Kaabah kepada yang Haq, lakukan ini semasa turun naiknya Nafas, ITULAH SHOLAT YANG BERKEKALAN, maka dari itu turun naiknya nafas mu disebut dengan "ASH0LATU DAIMULHAQ" maksudnya adalah SHOLAT DIAM tetap tanpa gerakan, dilakukan terus menerus sepanjang hidup, itu jugalah yang disebut SHALAT ABADI karena menuju ALAM KEABADIAN ============================
NIATNYA dalam hati mu adalah SH0LAT DAIM UNTUK SELAMA HIDUP, karena BERDIRI itu adalah hakikatnya HIDUPmu, RUKUK itu adalah hakikatnya PENGLIHATANmu, IKTIDAL itu adalah hakikatnya PENDENGARANmu, SUJUD itu adalah hakikatnya PENCIUMANmu, BACAAN AYAT itu adalah hakikatnya UCAPANmu, DUDUK itu adalah hakikatnya IMANmu, PUJIAN itu adalah hakikatnya KELUAR MASUK NAFASmu, DZIKIR itu adalah hakikatnya INGATANmu, KIBLAT itu adalah hakikatnya RENUNGANmu, jadi FARDHU itu adalah hakikatnya MENJALANKAN YANG WAJIB LANTARAN KUDRATku, PASRAHnya engkau KEPADA DZATku yang maha HIDUP, KARENA YANG DEMIKIAN ITU TELAH BERDIRInya engkau PADA ZAT, SIFAT dan PERBUATANku ============================ inilah Al Qur'an sejati, sebagai tanda HAKIKAT semua SH0LAT, inilah HAKIKAT SH0LAT DAIM yakni sholat yang sejati, tanpa dihalangi waktu, tidak mempunyai hitungan rakaat, SH0LAT DAIM inilah yang boleh sambil kerja, duduk dengan berdiri, berdiri dengan duduk, lari dengan berhenti, membisu dengan bercerita, bepergian dengan tidur, tidur dengan terjaga seperti itulah ibaratnya, sebab HAKIKAT SH0LAT DAIM itu tanpa SUJUD dan RUKUK, yakni hanya berada dalam RASA HIDUPmu semata ============================ Inilah Sholatul Daim yang dinamakan Sholat yang berkekalan, Wahdah Fil Kasrah yaitu pandang satu kepada yang banyak, maka yang dinamakan Nafas itu yang keluar masuk daripada mulut, maka yang dinamakan Nupus itu yang keluar masuk daripada hidung, maka yang dinamakan Tanapas itu yang keluar masuk daripada telinga, maka yang dinamakan Ampas itu yang keluar masuk daripada mata, maka Napas itulah yang menuju kepada HAQ, karena itu hendaklah engkau ketahui Ilmu Nafas, yaitu Ilmu Ghaibul Ghuyub, karena itu adalah salah satu daripada ibadahnya Muhammad ============================ Nafas masuk HU-Muahammad, Nafas tertahan HU-Ahmad, Nafas keluar HU-Ahad, Maka amalan inilah yang dinamakan Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah, dari Allah, dengan Allah dan untuk Allah, Dari Allah mengerakkan Ruhaniah,dari ruhaniah mengerakan Al-Hayat, dari Al-Hayat menggerakkan nafas dan dari nafas menggerakkan jasad dan pada hakikatnya itu Allah jua yang menggerakkan sekaliannya sebagaimana firmaNya: “Ya Muhammad, bukanlah engkau yang melontar ketika engkau melontar, akan tetapi Allah lah yang melontar ketika engkau melontar" ============================ Jadi pada pandangan dzahirnya perbuatan hamba, tetapi pada pandangan mata hati adalah perbuatan Allah jua adanya, itulah yang dikatakan hubungan antara hamba dengan Allah dan Allah dengan hamba ialah umpama matahari dengan cahaya yang tidak bersekutu atau bersatu dan tidak bercerai antara cahaya itu dengan zat matahari, Cahaya itu bukan matahari dan bukan lain daripada matahari, Contoh yang lain pula seperti api dengan asap, asap itu menunjukkan adanya api dan asap itu bukan api dan tidak lain daripada api yang tidak bercerai dan tidak bersekutu, begitulah juga hamba dengan Allah, tidak bercerai dan tidak bersatu, maka ketika itu akal kita akan berkata: "Alangkah ajaibnya, bagaimana boleh berhimpun kedua-duanya (hamba dengan Allah) yang berlawanan padahal kedua-duanya tidak sah berhimpun antara satu sama lain." Sebagaimana di isyaratkan Nabi Artinya: "Tidak bercerai antara nafi dan isbat, siapa yang menceraikannya kafir, siapa yang menyatukanNya kufur" ============================ Kata pepatah: "Tak kenal maka tak cinta, tak cinta maka tak dekat, tak dekat maka tak belajar, tak belajar maka tak mengerti, tak mengerti maka tak paham, tak paham maka tak mengetahui, tak mengetahui maka tak berkata, tak berkata maka tak merasa, tak merasa maka Lenyaplah manusia, karena Rasa dirasa adalah sama, tidak terpisah dari dahulu kala, hanya nafsu menutup pintunya, sungguh Dia telah lama bertahta disana, dicarinya Dia jauh dibalik gunung, tidak disadari dirinya meraung, menjerit-jerit minta di tenung, supaya bertemu kekasih yang dikandung" KESEMPURNAAN DIRI ----------------------------- Ketahui RAHASIA ini : “Barang siapa tidak mengetahui tentang ilmu pernafasan maka dia tidak akan mengetahui, Syahadat, Istinja, Junub dan janabat” __________________________________ Walaupun dia ahli Fikih.. ahli Tauhid.. ahli Tasawuf.. kalau masih belum mengenal ilmu hakekat diri yang asli yaitu “turun naik nafas” , dan masih berpegangan kepada nama dan bacaan maka masih belum sempurna ilmunya yang Haq __________________________________ “MAN ABDAL ISMU’U NAL MA’NA FAHAU KAFIRUN” Barang siapa menyembah Nama tiada mengetahui yang punya nama orang itu kafir __________________________________ “MAN ABDAL ISMU’U NAL MA’NA FAHUA BATILUN” Barang siapa menyembah nama tiada mengetahui nama hukumnya batil yaitu sia-sia belaka __________________________________ Jadi bukan nama, bukan bacaan namun yang lebih wajib adalah hakekat asal kejadian diri kita yang sebenar-benarnya __________________________________ Ketahuilah RAHASIA ini : "Ujud Allah yaitu nafas yang LAISA, tidak ada umpamanya, Karena Allah itu hanya nama kebesaran diri nabi kita MUHAMMAD S.A.W" __________________________________ Kita harus sungguh-sungguh mengenal diri dzahir dan batin, Barang siapa tidak mengenal Allah dari awalnya.. Barang siapa tidak mengenal Allah dari akhirnya… Barang siapa tidak mengenal Allah dari dunia dan akhirat.. Barang siapa tidak mengenal Allah dari hidupnya.. Niscaya tidak mengenal juga di negeri akhirat __________________________________ Apabila kita mampu Mengenal Diri kita yang sebenar-benarnya, maka kita tidak terdindingi dengan Nabi kita MUHAMMAD S.A.W. karena tiada lain diri kita bertubuh NUR MUHAMMAD dzahir dan bathin __________________________________ Barang siapa kenal dengan dirinya tentu kenal dengan Rasullullah S.A.W. PASTI, akan melihat kebesaran Jalal dan Jamalnya Rasullullah S.A.W Itulah nama kebesaran ALLAH yang disebut SUBHANAHUWATA’ALA, Yang tidak lain adalah diri “HU.. “ diri nabi kita Muhammad S.A.W, Itulah yang sebenarnya LAISA bernama HUAJIBUL UJUD __________________________________ "yang dikatakan laisa kamislihi itu sudah jelas, pandang yang banyak pada yg Esa.. pandang yang Esa pada yang banyak.. bukan dengan pandanganmu.. namun pandangan-Nya..bukan dengan rasamu namun dengan rasa-Nya" __________________________________ Kosong itulah yang disebut LAISA yang bernama Wajibul ujud, Tajjali sendiri menjadi Nur Muhammad bernama titik zarrah, Dari titik menjadi Alif yaitu terjadinya alam semesta __________________________________ Kosong nafas turun menahan itulah kesempurnaan syahadat, adanya denyut kita, Titik adalah rahasia Nabi kita ‘Nur Salasia’ yang ter-rahasia yaitu : Dua nama satu wujud, yaitu rahasia titik dan kosong itulah adanya, Alif waktu keluar nafas kita, kodrat dan iradatnya, bernama Allah Ta’ala, semata-mata asma dan af’al __________________________________ Kembali dari asalku (dzahir dan batin), Asal Alif dari pada bapak (Hak Allah), Jadi tubuh kita HAKULLAH (sudah diterima oleh ibu), Kenyataannya, nama dan yang punya nama memuji nama, Jadi yang berkata dan yang bersuara ‘Nur Salasia’ Itulah nama Allah yang ter-rahasia, Itulah yang menggenapkan 99 nama Allah menjadi 100 __________________________________ ALLAH adalah Kalamullah dan Qadim.. MUHAMMAD adalah kamulah dan qadim.. Dua nama tidak terpisah.. satu kesatuan __________________________________ Kalau dua nama dikatakan terpisah, Maka.. Binasalah akidahnya.. Binasalah imannya.. Binasalah islamnya.. dan binasalah ihsanya… __________________________________ akan termasuk orang yang jahil… juga Yang mengatakan Nur Muhammad Muhadast Binasalah amalnya, Binasalah segala perbuatannya.. Beribadah seperti musyrik saja.. __________________________________ Maka.. Sangat perlu dipahami lagi, Hakekatnya dua nama itu dua wujud atau satu wujud…? __________________________________ Bahwa, HU… Didalam ilmu Makrifat dinamakan ISMUL JALALLAH, yaitu nama tentang keadaan Maha Tunggi yang awal-awal telah ada dengan sendirinya, yaitu yang LAISA adanya. __________________________________ Bahwa, HU.. Didalam Ilmu Hakekat bermakna tentang keadaan yang Maha Esa yang awal-awal telah ada. __________________________________ Bahwa, HUWA.. Adalah diri Muhammad (AHMAD) yang awal-awal telah ada yakni Al Insanul Kamil yang Maha Suci. __________________________________ Keadaan Allah yang sebenarnya ini sungguh-sungguh sangat dirahasiakan, Bahwa Allah hanya nama Kebesaran Puji bagi Al Insanul Kamil … “AINUL MUHAMMAD” Berpeganglah pada pendirianmu… tetap… jangan berubah lagi.. sampai akhir hayat. __________________________________ Yang menjadi pokok pembahasan ilmu Makrifat pada mulanya adalah dari surah Al-Iklas “QULHU ALLAHU AHAD…” Dimaknakan mejadi : “Katakan hai Muhammad Allah itu Esa” Dari makna inilah timbul pendapat bahwa Muhammad Rasulullah itu manusia biasa, atau pesuruh Allah di dunia untuk menyelamatkan manusia dari pada kemusyrikan dan kemunafikan. __________________________________ QUL + HUWA = berkata HUWA domirnya ialah ANTA, kalau Anta tidak ada maka tidak ada yang menyatakan : “Qulhu Allahu Ahad” __________________________________ Maka, Anta dalam Ilmu Makrifat ada dua makna yaitu : - 1. Anta yang Dzahir 2. Anta yang Batin __________________________________ Adapun Anta yang dzahir adalah Al Insan Nabi kita Muhammad SAW, maka insan itu adalah alat komunikasi atau sebagai jarum jam diri orang Mukmin yang bergerak setiap detik, Tiada huruf dan tiada suara, di ingat tidak di ingat, bergerak terus memuji DiriNya sendiri, 1X24 jam = 28.000 pujiNya, di ingat atau tidak di ingat __________________________________ Adapun Anta yang Batin yakni Sirrul Insan adalah Muhammad SAW jua, maka HUWA dan ANTA hanya satu saja yaitu Huwa Muhammad atau Huwa Ahmad, Anta Muhammad dinamakan Mubtadi yaitu kalimat yang menjadi pokok perhatian di dalam Ilmu Makrifat __________________________________ Dan Allah itu dinamakan Kabar Awal yaitu Kabar pertama menerangkan tentang keadaan HUWA, Sedangkan Allah (Tuhan) kabar yang umum pada yahudi dan nasranipun memakainya, namun Al-Quran menerangkan dengan kalimat : “WAMA HUM BI MU’MININ” Dan tiadalah mereka itu orang yang beriman” __________________________________ Sebenarnya karena mereka tidak yakin dengan kalimat syahadat : “WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH” __________________________________ Tahukah kalian…, Bahwa didalam kitab Nasrani sekarang nama Allah sangat banyak disebutkan, demikian pula “HU” ada 6000 lebih banyaknya. Dan bagi kita, kitab itu tidak bisa di imani karena nama nabi Muhammad SAW telah di hilangkan __________________________________ Maka demikian juga bila kita ada mengenal ilmu batin yang hanya mengenal Allah saja dan tidak mengenal Nabi Muhammad SAW, itu sama saja dengan ilmu batinnya Yahudi dan Nasrani __________________________________ Ingat ..!! - Bukan kita menghilangkan nama Allah sama sekali, bahwa Allah tetap ada, namun yang dikenal dengan Allah hanya Rasulullah SAW. __________________________________ Inti Makrifat adalah mengenal diri yang sebenar-benarnya, Bahwa kita berasal dari Allah (Qadim) kemudian kembali kepada Qadim (Allah), dengan kalimat : INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJI’UN __________________________________ 3 faktor penting dalam Makrifat adalah : - PERTAMA : La ta’yin = Belum ada ketentuan Ahadiyah = Maha Tunggal Dzatul Buhti = Dzat yang kekal - Penjelasan : Disini Allah di umpamakan laut yang tiada bergelombang.. Dia-lah Tuhan yang maha suci dan maha tinggi, tiada martabat diatasNya lagi. Bahwa manusia sudah ada sejak dahulu dan tiada terpisah dengan Tuhannya, Bahwa kita sudah berada dalam rahasia Allah SWT, namun karena Allah belum ada nampak maka kita belum juga di tampakkanNya, jadi sejak La ta’yin manusia sudah tetap dalam rahasia Allah tetapi belum ada pengakuan apa-apa karena belum nampak dan belum ditampakkan __________________________________ KEDUA : Ta’yin awal = Ketentuan yang pertama Wahdah = Tunggal Hakekatul Muhammadiyah = Asal mula segala yang ada - Penjelasan : Disini Tuhan telah menampakkan diriNya, maka ditampakkan-Nyalah manusia itu dahulu (titik) didalam dirinya sendiri seraya melihat dan berkata : ALASTU BIRABBIKUM? Maka di jawab dengan : BALA SYAHIDNA Setelah pengakuan ini terjadi maka Tuhan berkata : “Saat ini Aku akan mengambil empat anasar dari tubuhmu Ku jadikan alam agar engkau menetap kelak”, maka kita menjawab dengan kalimat : ‘LA HAULA WALA KUATA ILLABILLAH’ - Setelah itu diambillah : – Dari Rahasia dijadikan Api – Dari Ruh dijadikan Angin – Dari Hati dijadikan Air – Dari Tubuh dijadikan Tanah - Maka jadilah Alam semesta dengan segala isinya, Selanjutnya “titik” itu mengembang menjadi banyak, tumbuh dan besar menjadi ALIF. __________________________________ KETIGA : Ta’yin tsani = Ketentuan kedua Wahdiyah = Mentauhidkan Hakekatul Adam = Asal mula manusia - Penjelasan : Bahwa Alif pada Dzat menyelubungi semua rahasia yang ada, Disini Allah seumpama laut dengan gelombangnya, sesungguhnya Allah SWT Tuhan yang maha suci lagi maha tinggi diumpamakan laut, sedangkan semua yang ada diumpamakan gelombang, adapun gelombang itu tiada terpisah dari laut adanya. - Bahwa : Ketiga martabat diatas semuanya adalah Qadim, Yang terdahulu atau terbelakang hanya lah sebutan saja, bukan karena waktu. Ketika kita mengatakan Ahdah (maha tunggal), Wahdah (tunggal), Wahdiyah (menunggalkan Atau.. Ketika kita mengatakan La Ta’yin (belum tentu), Ta’yin awal (sudah tentu), Ta’yin tsani (ketentuan berikutnya) Maka.. Ketiga martabat itu semua adalah Qadim. - Sedangkan yang awal dan yang akhir hanya perkataan saja, bukan karena waktu namun karena sesungguhnya laut yang tiada bergelombang, disitu juga terdapat satu gelombang (titik), maka dari titik itu berkembang menjadi banyak, itulah yang dinamakn ALIF, pada hakekatnya satu saja namun tiga dalam sebutan. __________________________________ Mengertilah akan hal ini betul-betul.. Jadikan dasar pegangan dalam hati sanubari, Bahwa tiada terpisah kita dengan Allah SWT, Dari awal yang tiada berawal hingga akhir yang tiada berakhir, Inilah satu pemahaman Makrifat yang sempurna, __________________________________ Nur Salasiah itulah yang benar-benar LAISA, Nur yang awal-awal muncul karena kedzahiran nabi Muhammad SAW yang luar biasa, semata-mata hanya ikhtibar bagi kita umat Rasulullah SAW. “Aku adalah seperti kamu jua..” ini perkataan ikhtibar saja, Rasulullah SAW itu ‘U’ Ahad __________________________________ Ke dzahiran kita manusia Muhammad namanya, Laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, tiada lain adalah dari satu titik noktah, Itulah yang dikatakan satu kesatuan, Itulah ujud hakiki Rasulullah SAW Sudah Nampak..? jangan di pahami lagi __________________________________ HU awal mula mengucap, HU nikmat awal terjalin, HU ma’nikam asal aku jadi, Muhamad aminullah nama tuhanku, Muhammad rasulullah nama nyawaku, Muhammadiah nama hambaku, Wujud-berwujud wujud Allah __________________________________ MUHAMMAD …. - MIM = Wal Mim ul awwalu yadullu nara siha HA = Wal Ha ul yadullu ala dzohiri MIM = Wal Mim us tsani yadullu ala surati DAL = Wad Dallu yadullu ala qoda mihi __________________________________ HU …… Awal nabi kita Muhammad SAW atau yang LAISA mengucapKan nama “ALLAH” - ALIF = ibarat Dzat kepada nabi kita, itulah Rahasia yang tersirat bernama Muhammad Aminullah - LAM AWAL = ibarat Sifat kepada nabi kita, itulah Nyawa yang bernama Muhammad Rasulullah - LAM AKHIR = ibarat Asma kepada nabi kita, itulah Hati yang bernama Muhammad Nurani - HA = ibarat Af’al kepada nabi kita, itulah Rupa yang bernama Muhammad Jasmani __________________________________ Pandanglah ke dalam.. Kembalikan.. Tidak lain satu kesatuan adanya.. Apa jua pun… Karena, Dzat Allah gaib pada alam Ruh, Sifat Allah gaib pada alam Misal, Asma Allah gaib pada alam Ajsam, Af’al Allah gaib pada alam Insan __________________________________ Dan, Dzat Allah pada alam Ruh bernama Nur, Sifat Allah pada alam Misal bernama Ke-dzahiran, Asma Allah pada alam Ajsam bernama Mu-dzahir, Af’al Allah pada alam Insan bernama Manusia __________________________________ Ingatlah.!! - Kesemuanya tiada bercerai dari pada asal.. Maujud-lah Dzat-Sifat-Asma-Af’al, itulah MUHAMMAD, Kuasa sendirnya, Wujudnya Makrifat, Lakunya Suci, Jalannya SEMPURNA, Tempatnya halus, Sifatnya Syukur, __________________________________ Hendaklah jangan perkataan ini diasa-asakan lagi, Jangan pula tanyakan pada sembarang orang, Belajarlah pada ahlinya agar bertambah IMAN di dada dan SEMPURNA ilmunya. __________________________________ Nafsiah, Salbiyah, Ma’ani, Ma’nawiyah, Jalal, Jamal, Kohar dan Kamal, itulah adanya kesempurnaan Sifat 20, Itulah yang sebenar-benarnya menerangkan tentang ke-LAISA-an diri nabi kita Rasulullah SAW, yaitu diri ‘HU’ __________________________________ 20 Sifat dipecah menjadi satu, 19 (Sembilan belas) Sifat kepunyaan Haq Tuan Nabi SAW yang LAISA, tajjalinya Dzat Hua jibul ujud (bernama Allah) yang sebenarnya Nur Muhammad SAW jua pelakunya. __________________________________ 1 (satu) tersedia pada diri kita yaitu ujud ada mustahil tidak ada, maksudnya adanya nafas kita yaitu ALIFULLAH yang tesedia pada diri seluruh manusia __________________________________ Takbiratul Ihram, adalah saat dimana kita memesrakan nama Nabi kita Muhammad SAW yang di dalam diri, yang meliputi seluruh tubuh kita, bernama yang hidup tiada lain Dzat Hayyun, yaitu nafas yang keluar masuk, Dari Sifat 20, himpun sifat Salbiyah, diperkecil menjadi sifat Ma’ani atau sifat 7, kembali sifat 7 waktu mesranya menjadi empat nasab saja yaitu : pendengaran, penciuman, penglihatan, pengrasa Pendengaran nur, penciuman nur, penglihatan nur, pengrasa nur himpun menjadi SATU RAHASIA semua, Himpun lagi terakhir ujud ada mustahil tiada __________________________________ Setiap orang sudah berada pada jalurnya, dan setiap jalur menurut pandagan orang tersebut adalah benar, ini tidak berbicara salah dan benar, karena setiap orang pasti akan memandang lurus pada jalur yang di laluinya. __________________________________ Adanya jalur karena adanya kehidupan, berpeganglah kepada hidupmu, hidup itulah Nyawa, Nyawa itulah MUHAMMAD, jangan engkau ragu dengan jalurmu. __________________________________ LA ILAHA ILLA ALLAH LA = Hidup ILAHA = Ruh ILLA = Nafas ALLAH = Nyawa - Inilah peganganmu, Jangan cari lagi.

Jumat, 04 Agustus 2017

NASEHAT ABU YAZID AL BUSTAMI

Wa anna illaa rabbikalmuntahaa
(an-ajmu 42).
Artinya: sesungguhnya kepada tuhan mulah puncak dari segala tujuan.

Bahwasanya barangsiapa yang telah mendapatkan Allah berarti : telah mencapai segala sesuatu baik urusan dunia maupun urusan akhirat,

Maka berkata syaikhu abu yaziid al-bishthami : jikalau Allah menawarkan kepadamu akan diberinya kekayaan dari (‘Arsy) sampai ke (Bumi) maka katakanlah ; bukan itu ya Allah, tetapi hanya engkau ya Allah tujuanku.

Jalan menuju (tajalli) ditunjukkan
Oleh ahli haqeqat dengan katanya :
al haqqu laisa bimahjuubin wainnamal mahjuubu anta ‘aninnazhiri ilaihi, idz lau hajabahu syai-un lasatarahu mahajabahu walaukana lahu satirun lakana liwujudihi hashirun wakullu hashirin lisyai-in fahuwa lahu qahirunn, wahuwalqahiru fauqa ‘ibadihi.
Artinya :
al haq yaitu Allah ta’ala tiada terhijab oleh sesuatu apapun sebab tidak mungkin adanya sesuatu yang dapat menghijab Allah ta’ala, sebaliknya manusialah yang terhijab sehingga tidak dapat melihat wujudullah, sebab sekiranya ada sesuatu yang menghijab Allah berarti wujudullah dapat terkurung (dan itu mustahil) sebab sesuatu yang mengurung itu dapat menguasai yang dikurung, padahal Allah yang maha berkuasa atas semua makhluq,
Bagaimana manusia yang terhijab sehingga dia tidak dapat melihat akan wujudullah

SHALAWAT RUH

ALLAAHUMMA SHALLI ’ALAA RUUHI SAYYIDINA MUHAMMADIN FIL ARWAHI

WA SHALLI ’ALAA JASADI SAYYIDINAA MUHAMMADIN ARWAAHI FIL- AJSAADI.

WA SHALLI ’ALA QOBRI SAIYYIDINA MUHAMMADIN FIL QUBUURI.

ALLAHUMMA BALLIGH RUUHA SAIYYIDINAA MUHAMMADIN MINNII TAHIYYATAN WA SALAAMAN.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada ruhnya junjungan kita nabi Muhammad saw. di dalam semua arwah. Limpahkanlah rahmat kepada jasadnya junjungan kita nabi Muhammad saw. di dalam semua jasad. Dan limpahkanlah rahmat kepada makamnya junjungan kita nabi Muhammad saw. di dalam semua makam.

Ya Allah, sampaikanlah kepada ruhnya junjungan kita nabi Muhammad saw. dari saya, sebagai penghormatan dan keselamatan”.

NASIHAT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI TENTANG RIDHA


"Kalian harus senantiasa ridha kepada Allah Azza wa Jalla
dalam keadaan senang maupun susah,
dalam keadaan baik maupun buruk, sehat ataupun sakit, kaya maupun miskin, dan
dalam keadaan sukses ataupun gagal.
Aku tidak melihat obat yang baik bagi kalian selain berserah diri kepada-Nya,
Jika Allah menakdirkan sesuatu bagi kalian,
janganlah takut.
Janganlah mengeluh kepada selain-Nya,
sebab itu justru bisa menyebabkan bencana bagi kalian,
Tenang dan diamlah!
Jika kalian ridha,
Dia akan mengubah kesusahan kalian menjadi kebahagiaan!"
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Fath Ar-Rabban

MAQAM SABAR MENURUT SUFI
MAQAM SABAR MENURUT SUFI

Sabar (Ash-Shabru) dalam tasawuf adalah maqam yang harus ditempuh bagi tiap salik. Hal ini karena dalam laku tasawuf (orang sufi) akan mengalami banyak hambatan, cobaan dan ujian, maka laku sabar adalah tahapan yang harus ditempuh dengan baik.
Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Sabar adalah upaya menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah, serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, lalu berusaha untuk konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur'an dan sunnah.

Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan.
Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidaksabaran untuk berusaha, ketidaksabaran untuk berjuang dan lain sebagainya. Sabar bukanlah sesuatu yang harus diterima seadanya, bahkan sabar adalah usaha kesungguhan yang juga merupakan sifat Allah yang sangat mulia dan tinggi.

Sabar ialah menahan diri dalam memikul sesuatu penderitaan baik dalam sesuatu perkara yang tidak diingini mahupun dalam kehilangan sesuatu yang disenangi.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa A’isyah menuturkan Rasulullah SAW bersabda, “Sabar (yang sebenarnya) itu adalah pada saat menghadapi cobaan yang pertama.”
Karena itu sabar dibagi menjadi beberapa macam: sabar terhadap apa yang diperoleh si hamba (melalui amalan-amalanya),
misalnya sabar menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Dan sabar terhadap apa yang diperoleh tanpa upaya, misalnya kesabaran dalam menjalankan ketentuan Allah yang menimbulkan kesukaran baginya.
Al-Junayd menegaskan, “perjalanan dari dunia ke akhirat adalah mudah bagi orang yang beriman, tetapi menghindari makhluk demi allah adalah sulit. Dan perjalanan dari diri sendiri menuju Allah SWT adalah sangat sulit, tetapi yang lebih sulit lagi adalah bersabar terhadap Allah.”
Ketika ditanya tentang sabar, Al-Junaid menjawab, ”sabar adalah meminum kepahitan tanpa wajah cemberut.”
Dan Ali bin Abi Thalib ra, menyatakan,”hubungan antara sabar dengan iman seperti hubungan antara kepala dengan badan.”
Al-Jurairi menjelaskan,“sabar tidaklah membedakan keadaan bahagia atau menderita, disertai dengan ketentraman pikiran dalam keduanya. Ketabahan yang sabar adalah mengalami kedamaian ketika menerima cobaan, meskipun dengan adanya kesadaran akan beban penderitaan.”
Syaikh Abu Ali ad-Daqqaq menegaskan,”kebenaran hakiki tentang sabar adalah jika si hamba keluar dari cobaan dalam keadaan seperti ketika ia memasukinya, sebagaimana yang dikatakan oleh Ayub as pada Akhir cobaan yang menimpanya, ‘sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah tuhan yang maha penyayang diantara semua yang penyayang’(QS.Al-Anbiya’:83).

Nabi Ayyub memperlihatkan sikap berbicara yang layak dengan ucapanya,’Dan Engkau adalah Tuhan yang maha penyayang diantara semua yang menyayangi’ tetapi dia tidak bicara secara eksplesit [seperti yang dikatakanya], ‘Limpahkanlah kasih sayang-Mu kepadaku’.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:
1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain.

Syekh Ibn ‘Atha’illah membagi sabar menjadi 3 macam sabar terhadap perkara haram, sabar terhadap kewajiban, dan sabar terhadap segala perencanaan (angan-angan) dan usaha.
Sabar terhadap perkara haram adalah sabar terhadap hak-hak manusia. Sedangkan sabar terhadap kewajiban adalah sabar terhadap kewajiban dan keharusan untuk menyembah kepada Allah.
Segala sesuatu yang menjadi kewajiban ibadah kepada Allah akan melahirkan bentuk sabar yang ketiga yaitu sabar yang menuntut sufi untuk meninggalkan segala bentuk angan-angan kepada-Nya. “Sabar atas keharaman adalah sabar atas hak-hak kemanusiaan. Dan sabar atas kewajiban adalah sabar atas kewajiban ibadah. Dan semua hal yang termasuk dalam kewajiban ibadah kepada Allah mewajibkan pula atas sufi untuk meniadakan segala angan-angannya bersama Allah”.

ISMUL A'ZHOM

Ismul a’zhom yang sejati adalah yang muncul dari ilham ilahi, terucap dari lubuk hati tanpa direkayasa oleh akal dan nafsu. 1. Yaa Allaahu anta robbunaa laa ilaaha illaa anta * Ya Allah, Engkau Tuhan kami, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau 2. Yaa Rahmaanu narjuu rohmatak * Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, kami mengharap kasih sayang-Mu. 3. Yaa Rahiimu irhamnaa * Ya Tuhan yang Maha Penyayang, kasih dan sayangilah kami. 4. Yaa Maaliku A'thinaa min mulkika * Ya Tuhan yang Maha Raja (mempunyai kekuasaan), berikanlah kepada kami dari kekuasaan-Mu. 5. Yaa Qudduusu Qaddis Fithratanaa * Ya Tuhan yang Maha Suci, sucikanlah fitrah kejadian kami 6. Yaa salaamu sallima min aafaatid dunyaa wa'adzaabil aakhirah * Ya Tuhan Pemberi selamat, selamatkanlah kami dari fitnah bencana dunia dan siksa di akherat. 7. Yaa mukminu aaminaa wa-aamin ahlanaa wabaladanaa * Ya Tuhan yang memberi keamanan, berikanlah kami keamanan, keluarga kami dan negeri kami. 8. Ya Muhaiminu haimin auraatinaa wa-ajsaadanaa * Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, lindungilah cacat dan jasad kami. 9. Yaa Aziizu Azziznaa bil'ilmi walkaroomah * Ya Tuhan Yang Maha Mulia, muliakanlah kami dengan ilmu pengetahuan dan kemuliaan. 10. Yaa Jabbaaru hab lanaa min jabaruutika * Ya Tuhan Yang Maha Perkasa, berikanlah kepada kami dari keperkasaan-Mu. 11. Yaa Mutakabbiru bifadhlika ij'alnaa kubaraa * Ya Tuhan Yang Maha Megah, dengan anugerah-Mu jadikanlah kami orang yang megah. 12. Yaa Khooliqu hassin kholqonaa wahassin khuluqonaa * Ya Tuhan Yang Maha Menciptakan/Menjadikan, baguskanlah kejadian kami dan baguskanlah akhlak kami. 13. Yaa Baari'u abri'naa minasy syirki walmaradhi walfitnati * Ya Tuhan yang Maha Membebaskan, bebaskan kami dari syirik, penyakit, dan fitnah. 14. Yaa Mushawwiruu shawirnaa ilaa ahsanil kholqi walhaali * Ya Tuhan yang Maha Membentuk, bentuklah kami menjadi sebaik-baiknya makhluk dan sebaik-baik keadaan. 15. Ya Ghoffaaru ighfir lanaa dzunuubanaa * Ya Tuhan Yang Maha Pengampun , ampunilah dosa-dosa kami. 16. Yaa Qohhaaru iqhar aduwwanaa ilal istislami * Ya Tuhan Yang Maha Memaksa, paksalah musuh kami untuk tunduk/menyerah 17. Ya Wahhaabu Hab lanaa dzurriyatan thayyibah * Ya Tuhan Yang Maha Memberi, berikanlah kepada kami anak keturunan yang baik 18. Ya Rozzaaqu urzuqnaa halaalan thoyyiban waasi'aa * Ya Tuhan Yang Maha Memberi rezeki, berikanlah rezki yang halal, bergizi dan banyak 19. Yaa Fattaahu iftah lanaa abwaabal khoiri * Ya Tuhan yang Maha Membuka, bukakanlah buat kami semua pintu kebaikan. 20. Yaa aliimu a'limnaa maa laa na'lam * Ya Tuhan Yang Maha Mengetahui, beritahukanlah kepada kami apa yang kami tidak mengetahuinya. 21. Yaa Qoobidhu idzaa jaa'a ajalunaa faqbidh ruuhanaa fii husnil khotimah * Ya Tuhan Yang Maha Mencabut, jika telah sampai ajal kami, cabutlah ruh kami dalam keadaan khusnul khotimah. 22. Yaa baasithu ubsuth yadaaka alainaa bil athiyyah * Ya Tuhan Yang Maha Meluaskan, luaskan kekuasaan-Mu kepada kami dengan penuh pemberian. 23. Ya khoofidhu ihkfidh man zholamanaa * Ya Tuhan Yang Maha Menjatuhkan, jatuhkanlah orang yang menzalimi kami. 24. Ya roofi'u irfa darojaatinaa. * Ya Tuhan Yang Maha Mengangkat, angkatlah derajat kami. 25. Ya Mu'izzu aatinaa izzataka. * Ya Tuhan Yang Maha Memberi kemuliaan, limpahkanlah kemulaiaan-Mu kepada kami. 26. Yaa mudzillu dzallilman adzallanaa * Ya Tuhan Yang Maha Menghinakan, hinakanlah orang yang menghina kami. 27. Yaa samii'u isma syakwatanaa * Ya Tuhan Yang Maha Mendengar. dengarkanlah pengaduan kami. 28. Yaa bashiiru abshir hasanaatinaa * Ya Tuhan Yang Maha Melihat, lihatlah semua amal kebaikan kami. 29. Yaa hakamu uhkum manhasada alainaa wa ghosysyanaa * Ya Tuhan Yang Maha Menetapkan hukum, hukumlah orang-orang yang dengki dan curang kepada kami. 30. Yaa adlu i'dil man rahimanaa * Ya Tuhan Yang Maha Menetapkan keadilan, berikan keadilan kepada orang yang sayang kepada kami. 31. Yaa khobiiru ihyinaa hayaatal khubaroo * Ya Tuhan Yang Maha Waspada, jadikanlah hidup kami seperti kehidupan orang-orang yang selalu waspada (ahli peneliti). 32. Yaa haliimu bilhilmi zayyinnaa * Ya Tuhan Yang Maha Penyantun, hiasilah hidup kami dengan sikap penyantun. 33. Yaa lathiifu ulthuf binaa * Ya Tuhan Yang Maha Halus, bersikaplah halus kepada kami. 34. Yaa azhiimu ahyinaa hayaatal uzhomaa * Ya Tuhan Yang Maha Agung, hidupkanlah kami sebagaimana kehidupan orang-orang yang agung. 35. Yaa ghofuuru ighfir lanaa waisrofanaa * Ya Tuhan Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa kami dan keteledoran kami. 36. Ya syakuruu a'innaa 'alaa syukrika * Ya Tuhan Yang Maha Menerima syukur, berikanlah kami kemampuan untuk selalu bersyukur kepada-Mu. 37. Ya aliyyu uluwwaka nastaghiitsu * Ya Tuhan Yang Maha Tinggi, kami mengharap ketinggian dari-Mu 38. Yaa kabiiru ij'alnaa kubarooa * Ya Tuhan Yang Maha Besar, jadikanlah kami orang yang besar. 39. Yaa hafiizhuu ihfazhnaa min fitnatid dunya wasuuihaa * Ya Allah Yang Maha memelihara, peliharalah kami dari fitnah dunia dan kejahatannya 40. Yaa muqiitu a'thinaa quwwataka laa haula walaa quwaata illabika * Ya Allah Tuhan Yang Maha Memberi kekuatan, berikanlah kami kekuatan, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Engkau. 41. Yaa Hasiibu haasibnaa hisaaban yasiiroo * Ya Tuhan Yang Maha Menghisab, hisablah kami nanti dengan hisaban yang ringan. 42. Yaa jaliilu ahyinaa hayaatal ajillaal. * Ya Tuhan Yang Maha Luhur, hidupkanlah kami seperti orang-orang yang mempunyai keluhuran 43. Ya kariimu akrimnaa bittaqwaa *Ya Tuhan Yang Maha Mulia, muliakanlah kami dengan ketaqwaan 44. Ya roqiibu ahyinna tahta riqoobatik * Ya Tuhan Yang Maha Mengamati geark-gerik, hidupkanlah kami selalu dalam pengamatan-Mu 45. Ya mujiibu ajib da'watanaa waqdhi hawaaijanaa * Ya Tuhan Yang Maha Mengabulkan, kabulkanlah do'a dan ajakan kami, luluskanlah semua keperluan kami 46. Yaa waasi'u urzuqnaa rizqon waasi'aa wawassi shuduuronaa * Ya Tuhan Yang Maha Meluaskan, berikanlah kami rizki yang luas dan luaskanlah dada kami. 47. Yaa hakiimu ahyinaa hayaatal hukamaai * Ya Tuhan Yang Maha Bijaksana, hidupkanlah kami sebagaimana kehidupan orang-orang yang bijaksana. 48. Yaa waduudu wuddaka ista'tsarnaa wa alhimma mawaddatan warohmah * Ya Tuhan Yang Maha Mencintai, hanya cintamu kami mementingkan, dan ilhamkanlah kepada kami rasa cinta dan kasih sayang. 49. Ya majiidu a'thinaa majdaka * Ya Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemuliaan-Mu 50. Yaa baa'itsu ib'atsnaa ma'asysyuhadaai washshoolihiin * Ya Tuhan Yang maha Membangkitkan, bangkitkanlah kami bersama orang-orang yang syahid dan orang yang shaleh. 51. Yaa Syaahiidu isyhad bi annaa muslimuun * Ya Tuhan Yang Maha Menyaksikan, saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Mu (Muslimin) 52. Yaa Haqqu dullanaa haqqon wa'thi kulla dzii haqqin haqqoo * Ya Allah Tuhan Yang Maha Haq, tunjukilah kami kepada yang haq dan berikanlah hak pada setiap orang yang mempunyai haq 53. Yaa wakiilu alaika tawakkalnaa * Ya Tuhan Yang Maha Memelihara penyerahan, kepada-Mu kami serahkan urusan kami 54. Yaa Qowiyyu biquwwatika fanshurnaa * Ya Tuhan Yang Maha Kuat, dengan kekuatan-Mu tolonglah kami. 55. Yaa matiinu umtun imaananaa watsabbit aqdaamanaa * Ya Tuhan Yang Maha Kokoh, kokohkanlah iman kami dan mantapkan pendirian kami. 56. Yaa Waliyyu ahyinaa hayaatal auliyaa * Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, hidupkanlah kami seperti hamba-hamba-Mu yang mendapat perlindungan (para wali) 57. Yaa haniidu urzuqnaa isyatan hamiidah * Ya Tuhan Yang Maha Terpuji, limpahkan kepada kami kehidupan yang terpuji. 58. Yaa muhshii ahshinaamin zumrotil muwahhidiin * Ya Tuhan Yang Maha Menghitung, hitunglah kami termasuk orang-orang yang meng-Esakan Engkau 59. Yaa mubdi'u bismika ibtada'naa * Ya Tuhan Yang Maha Memulai, dengan nama-Mu kami memulai. 60. Yaa mu'iidu a'id maa ghooba annaa * Ya Tuhan Yang Maha Mengembalikan, kembalikanlah semua yang hilang dari kami 61. Yaa muhyii laka nuhyii fahayyina bissalaam * Ya Tuhan Yang Maha Menghidupkan, karena Engkau kami hidup, hidupkanlah kami dengan penuh keselamatan 62. Yaa mumiitu amitna alaa diinil Islaam * Ya Tuhan Yang Maha Mematikan, matikanlah kami tetap dalam keadaan Islam 63. Yaa Hayyu ahyi wanammi sa'yanaa wasyarikatana waziro'atana.. * Ya Tuhan Yang Maha Hidup , hidupkanlah dan kembangkanlah usaha kami, perusahaan kami dan tanaman kami 64. Ya Qoyyuumu aqimnaa bil istiqoomah * Ya Tuhan Yang Maha Tegak, tegakkanlah kami dengan konsisten 65. Yaa waajidu aujid maadhoo'a annaa * Ya Tuhan Yang Maha Mewujudkan / Menemukan, ketemukanlah semua yang hilang dari kami. 66. Yaa maajidu aatinaa majdaka * Ya Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemuliaan-Mu 67. Yaa waahidu wahhid tafarruqonaa wajma'syamlanaa * Ya Tuhan Yang Maha Esa/Menyatukan, persatukanlah perpecahan kami dan kumpulkanlah keberantakan kami. 68. Yaa shomadu ilaika shomadnaa * Ya Tuhan yang tergantung kepada-Nya segala sesuatu, hanya kepada-Mu kami bergantung. 69. Yaa qodiiru biqudrotika anjib min zhahrina zhurriyyatan thoyyibah * Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kekuasaan-Mu lahirkanlah dari tulnag pungung kami anak keturunan yang baik. 70. Yaa muqtadiru iqtadirlana zaujan wakhoiron kullahu * Ya Tuhan Yang Maha Menentukan, tentukanlah untuk kami istri dan semua kebaikannya. 71. Ya mukoddimu qoddim hawaaijanaa fiddun-ya wal aakhiroh * Ya Tuhan Yang Maha Mendahulukan, dahulukan keperluan kami di dunia dan di akherat. 72. Yaa muakhkhiru akhkhirhayaatana bishusnil khootimah. * Ya Tuhan Yang Maha Mengakhirkan, akhirkanlah hidup kami dengan husnul khotimah. 73. Yaa awwalu adkhilnal jannta ma'al awwalin * Ya Tuhan Yang Maha Pertama, masukkanlah kami ke dalam syurga bersama orang-orang yang pertama masuk syurga 74. Yaa aakhiru ij'al aakhiro 'umrinaa khoirohu. * Ya Tuhan Yang Maha Akhir, jadikanlah kebaikan pada akhir umur kami. 75. Ya zhoohiru azhhiril haqqo 'alainaa warzuqnattibaa'ah * Ya Tuhan Yang Maha Nyata, tampakkanlah kepada kebenaran , berikan kami kesanggupan untuk mengikutinya. 76. Yaa baathinu abthin 'uyuubanaa wastur 'aurootinaa. * Ya Tuhan Yang Maha Menyembunyikan, sembunyikanlah cacat kami dan tutuplah rahasia kami. 77. Yaa waali anta waali amrinaa faasri' nushrotaka lanaa * Ya Tuhan Yang Maha Menguasai, Engkau adalah Penguasa urusan kami, maka segerakanlah pertolongan-Mu kepada kami. 78. Yaa muta'aali a'li kalimataka wakhdzul man khodzalanaa * Ya Tuhan Yang Maha Terpelihara dari semua kekurangan (Maha Luhur), luhurkan/peliharalah kalimat-Mu dan hinakan orang yang merendahkan kami. 79. Yaa barru ashib barroka alainaa waahyinaa ma'al barorotil kiroom. * Ya Tuhan Yang Maha Dermawan, limpahkan kedermawanan-Mu kepada kami dan hidupkanlah kami bersama orang-orang yang dermawan lagi mulia. 80. Yaa tawwaabu taqobbal taubatanaa wataqobbal ma'dzi-rotanaa * Ya Tuhan Yang Maha Menerima taubat, terimalah taubat kami dan uzur kami. 81. Yaa afuwwu fa'fu annaa khothooyaanaa * Ya Tuhan Yang Maha Memaafkan , maafkanlah semua kesalahan kami 82. Ya rouufu anzil alainaa ro'fataka * Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, turunkanlah kepada kami kasih/kelembutan-Mu 83. Yaa Maalikal mulki aati mulkaka man tasyaa-u minnaa * Ya Tuhan Yang Memiliki Kerajaan/Kekuasaan, berikan kerajaan/kekuasaan-Mu kepada siapa yang Engkau kehendaki dari kami. 84. Yaa Muntaqimu laa tantaqim 'alaina bidzunuubinaa * Ya Tuhan Yang Maha Menyiksa, janganlah kami disiksa lantaran dosa-dosa kami. 85. Yaa dzal jalaali wal ikroom akrimnaa bil ijlaali wattaqwaa * Ya Tuhan Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan, muliakanlah kami dengan keagungan dan ketaqwaan. 86. Yaa Muqsithu tsabbit lanaa qisthon wazil 'anna zhulman * Ya Tuhan Yang Maha Mengadili, tetapkanlah kepada kami keadilan dan hilangkan dari kami kezaliman. 87. Yaa Jaami'u ijma'naa ma'ash shoolihiin. * Ya Tuhan Yang Maha Mengumpulkan, kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang sholeh. 88. Yaa Ghoniyyu aghninaa bihalaalika 'an haroomik * Ya Tuhan Yang Maha Kaya, berikanlah kepada kami kekayaan yang halal dan jauh dari keharaman. 89. Yaa Munghnii bini'matika aghninaa * Ya Tuhan Yang Maha Memberi Kekayaan, dengan nikmat-Mu berikanlah kami kekayaan. 90. Yaa Maani'u imna' daairotas suu-i taduuru 'alainaa. * Ya Tuhan Yang Maha Menolak, tolaklah putaran kejahatan yang mengancam kami. 91. Yaa Dhoorru la tushib dhorroka wadhorro man yadhurru 'alainaa * Ya Tuhan Yang Maha Memberi Bahaya, jangan timpakan kepada kami bahaya-Mu dan bahaya orang yang akan membahayakan kami. 92. Yaa Naafi'u infa' lanaa maa 'allamtanaa wamaa rozaqtanaa * Ya Tuhan Yang Maha Membri Manfaat, berikan kemanfaatan atas apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami dan kemanfaatan rizki yang Engkau berikan kepada kami. 93. Yaa Nuuru nawwir quluubanaa bihidaayatika * Ya Tuhan Yang Maha Bercahaya, sinarilah kami dengan petunjukmu. 94. Yaa Haadii ihdinash shirothol mustaqim. * Ya Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk, tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. 95. Yaa Badii'u ibda' lanaa hayatan badii'ah * Ya Tuhan Yang Maha Pencipta Keindahan, ciptakanlah kepada kami kehidupan yang indah. 96. Yaa Baaqii abqi ni'matakal latii an'amta 'alainaa. * Ya Tuhan Yang Maha Kekal, kekalkanlah nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. 97. Yaa Waaritsu ij'alnaa min waratsati jannatin na'iim. * Ya Tuhan Yang Maha Pewaris, jadikanlah kami orang yang akan mewarisi syurga kenikmatan. 98. Yaa Rasyiidu alhimna rusydaka waahyinaa raasyidiin. * Ya Tuhan Yang Maha Cendekiawan, limpahkanlah kecendekiawaan-Mu dan hidupkanlah kami sebagai orang-orang cendekia. 99. Yaa Shabuuru ij'alnaa shaabiriina * Ya Tuhan Yang Maha Penyabar, jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersabar. Ibnu Amr Hisyam, Khatib Kota Damaskus, mengatakan bahwa Ismul A’zhom yang ada pada surat Al Baqarah adalah: “Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya…..” (QS. Al Baqarah: 255). Sedangkan Ismul A’zhom yang berada pada surat Ali Imran adalah: “Alif… Lam…. Mim…. Allah, tiada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Ali Imran; 1-2) Adapun Ismul A’zhom yang berada pada surat Thaha adalah: “Dan tunduklah semua wajah kepada Tuhan yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya.” (QS. Thaha: 111). Asma’ Allah Ya Hayyu Ya Qayyum masyhur dikenal sebagai Ismullahil A’zhom Dalam tafsir Qurthubi ketika mentafsirkan Ayat Kursi, beliau menjelaskan bahwa Al Hayyuadalah Ismullahil A’zhom. Diriwayatkan bahwa Nabi Isa bin Maryam apabila ingin menghidupkan orang mati, maka beliau berdoa dengan menyebutkan nama ini dalam doanya: “Ya Hayyu Ya Qayyum” Demikian juga dengan Ashif bin Burkhiya ketika beliau hendak mendatangkan singgasana Ratu Balqis ke hadapan Nabi Sulaiman As. beliau berdoa dengan menyebutkan: “Ya Hayyu Ya Qayyum.” Juga Nabi Musa As. ketika ditanya oleh bani Israil tentang perkara Ismullahil A’zhom maka beliau berkata kepada mereka: “Aya Hayya Syaraahiya” (lafaz bahasa Ibrani) artinya dalam bahasa Arab adalah “Ya Hayyu Ya Qayyum” (lihat kitab Al Jami'u li Ahkami al Qur’ani, Imam Qurthubi jilid III halaman 259-260) Diriwayatkan ketika Nabi Isa A.S dikejar-kejar oleh bangsa Yahudi untuk dibunuh datanglah Malaikat Jibril mengajarkan Asma ini kepadanya. Maka setelah Nabi Isa membacanya, dia pun diselamatkan oleh Allah dan diangkat ke langit. Asma ini mula-mula hanya diajarkan oleh Rasulullah kepada Bani Hasyim dan Bani Abdi Manaf. Rasulullah bersabda: berdoalah kalian dengan menggunakan Asma ini. Dengan menggunakan Asma ini, demi Tuhan yang jiwa Muhammad ada di dalam Qudrat-NYA bahwa sorang mukmin yang mendoa dengan asma ini akan berbetar seluruh arasy dan tujuh langit. Maka berfirman Allah kepada malaikat, saksikanlah oleh kalian Aku perkenankan doa orang yang berdoa dengan asma ini dan aku beri dia dengan segera ataupun dengan ditunda, baik urusan dunia maupun akhirat. Inilah asma nya: ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA BISMIKAL AHADI A’AZZI WA AD’UUKALLAHUMMA BISMIKAL AHADISSHOMADI, WAAD’UUKALLAHUMMA BISMIKAL AZHIIMIL WITRI, WA ADUKALLAHUMMA BISMIKAL KABIIRIL MUTA’ALI, ALLADZI MALA’AL ARKAANA KULLAHA ’AN TAKSIFA ‘ANNI MAA ‘ASBAHTU WAMAA AMSAITU FIIHI.

4 UNSUR

Awali dengan sholat sunnah wudhu, Shalat sunat taubat, Shalat sunat tasbih serta Shalat sunat hajat 12 rakaat.
Tawassul kepada :

1.Nabi Muhammad SAW
2.Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani Al-Baghdadi
3.Nabi Khidir as
4.Malaikat empat
5.Qorin Nabi Muhammad ; Habib Al Huda
6.Syeikh Sharju Pandansiliyah
7.kedua orang tua
8.diri sendiri.. Ala nafsi (Nama kita) Bin (nama bapak kita)
(untuk no 1-7 baca fatihanya masing-masing 7x dan no 8 baca fatihanya 33x)

Sholawatnya :
ALLAHUMMA SHOLLI BI GHOIRI HISAAB, WASALLIM BI GHOIRI HISAAB WABAARIK BI GHOIRI HISAAB,

DAIMATAN ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA SYEKH ABDUL QODIR AL-JAYLANI,

WA ALA NABIYALLAH ADAM WA ALA NABIYALLAH KHIDIR,
WA ALA NABIYALLAH IBROHIM
WA ALA NABIYALLAH SULAIMAN,
WA BI GHOIRI HISAAB DAIMATAN ALA ALIHIM
WA SHOHBIHIM
WA UMATIHIM AMMA BA'DU ILA YAUMIL QIYAMAH.

“Ya Alloh, Curahkanlah shalawat dengan tidak terhitung, dan kesejahteraan dengan tidak terhitung, dan keberkahaan dengan tidak terhitung, berkesinambungan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jaylani, dan kepada Nabi Allah Adam, dan kepada Nabi Alloh Khidir, dan kepada Nabi Allah Ibrohim, dan kepada Nabi Allah Sulaiman, dan dengan tidak terhitung berkesinambungan kepada keluarganya dan sahabatnya dan ummatnya, adapun selanjutnya hingga hari kiamat.”

TAWASUL

1. Ilaa hadrotin nabiyyil musthofaa Muhammadin Shollalloohu ‘Alaihi Wa sallam wa ‘alaa Aalihii wa Ashhabihii wa Azwaajihii wa Dzurriyyaatihii wa Ahli Baitihii wa Liman dakhola fii Baitihii ajma ‘iin, kullu syai'in lillahi lahum, al Faatihah.

Artinya: Yaa Allah semoga disampaikan pahala bacaan Faatihah ini kehadapan Nabi Besar Muhammad Saw dan kepada keluarga, sahabat, istri, anak cucu dan Ahli Bait nya dan bagi siapa saja yang masuk di dalam rumahnya. Segala sesuatu hanya milik Allah, untuk mereka (kami) hadiahkan Alfaatihah

2. Tsumma ilaa arwaahi Aabaaihii wa Ummahaatihi wa Ikhwaanihii Minal anbiyyaa'i wal Mursaliin wa ilal Malaaikatil Muqorrobiin wal Karuubiyyiina
wasy Syuhadaai wash Shoolihiin.
Wa aali kullin wa Ashhaabi kullin,
wa ilaa ruuhi Abiinaa Adam wa Umminaa Hawaa, wamaa tanaasala bainahumaa ilaa yaumid diin. Kullu sya'in lillaahi lahum, al Faatihah.

Artinya: Semoga disampaikan kepada ruh dari ayah-ayahnya, saudara-saudaranya dari para Nabi, Para Rasul dan Malaikat Muqorrobin dan mereka yang mati syahid dan kepada para solihin dan keluarganya dan para sahabatnya dan kepada ruhnya bapak sekalian yakni nabi Adam dan ibu kita sekalian yakni Siti Hawa dan keturunan dari keduanya hingga hari kiamat. Segala sesuatu hanya milik Allah, untuk mereka (kami) hadiahkan, Alfaatihah

3. Tsumma ilaa arwaahi Saadaatinaa wa mawaaliinaa, wa a'immatinaa
Abii Bakrin wa ‘Umar wa ‘Utsmaan wa ‘Aliyy, wa ilaa baqiyyatish shohaabati wal qoroobati wat taabi’iin wataabi’it taabi’iin lahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin. Kullu sya'in lillaahi lahum, al Faatihah.

Artinya: Semoga disampaikan kepada ruh-ruh para pembesar kita dan kepada yang mengurus kita dan kepada para imam kita sekalian yakni Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali dan kepada semua sahabat dan kerabat, kepada
taabi’iin dan yang mengikuti taabi’iin yang berbuat kebajikan hingga hari kiamat. Segala sesuatu hanya milik Allah, untuk mereka (kami) hadiahkan, Alfaatihah

4. Tsumma ilaa arwaahi
a'immatil Mujtahidiin
wa muqollidiihim fiddiin
Wal ‘Ulamaa’ir Roosyidiin
wal Qurroo'il mukhlishiin
wa ahlit tafsiir
Wal muhadditsiin
wasaa'iris saadaa tist
shufiyatil muhaqqiqiin
Wa Ilaa arwaahi kulli waliyyin wa waliyyatin
wa Muslimin  wa Muslimat
min masyaariqil ardhi
ilaa maghooribihaa
wamiy yamiinihaa
ilaa syimaalihaa.
syaiun lillaahi lahum, al Faatihah

Artinya : Semoga disampaikan kepada ruh-ruh para imam mujtahid dan kepada mereka yang mengikutinya dalam hal agama dan kepada para ulama yang mendapat petunjuk dan kepada ahli Qur’an yang disertai ikhlas dan kepada para imam ahli hadits dan ahli tafsir, kepada seluruh ahli tasawwuf yang nyata dan kepada ruh wali-wali Allah baik laki-laki maupun wanita, muslim laki maupun wanita, mulai dari timur hingga barat dunia, dari selatan hingga utara dunia. Segala sesuatu hanya milik Allah, untuk mereka (kami) hadiahkan, Alfaatihah

5. Tsumma ilaa Ahlis Sislilatil Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah, wajami’i ahlith thuruqi khushuushon ilaa Hadhroti

sulthoonil auliyaa'i ghautsil a’zhom quthbil ‘aalamiina

Sayyidisy Syaikh Muhyiddin Abdul Qodir al Jailaanii qaddasalloohu sirrohu,

Was sayyidisy
Syaikh Abil Qoosim Junaidil Baghdaadiyyi,

was sayyidisy syaikh Ma’ruufil Karkhi,

Was sayyidisy Syaikh Sirris Saqthi,

was sayyidisy Syaikh Habiibil ‘Ajamiyyi,

was sayyidisy Syaikh Hasan al Basri,

was sayyidisy syaikh Ja’far as Shoodiq,

was sayyidisy syaikh Yuusuf al Hamdaniyyi,

was sayyidisy Syaikh Abii Yazid al Busthomiyyi,

was sayyidisy Syaikh Syaah Bahaauddin an Naqsyabandiyyi,

Wa hadhroti Imaam ar Robbaanii,
Was sayyidisy Syaikh Ahmad Khotib ibni ‘ Abdil Ghoffar as Sambasi,

was sayyidisy Syaikh Tholhah Kaalisaafuu Sirbaunii,

wahadhroti Syaikh ‘Abdullooh Mubaarok bin Nur Muhammad,

Wa syaikhinal mukarrom Syaikh (...............)

wa syaikhinal mukarrom Syaikh (...................) wa ushuulihim wa furuu‘ihim wa ahli silsilatihim.
Kullu sya'in lillaahi lahum, al Faatihah.

Artinya : Semoga disampaikan kepada guru-guru dalam silsilah Thoriqot Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah dan kepada semua ahli thoriqot, khususnya kepada ruhnya wali penolong agung, panutan alam yakni
Syaikh Abdul Qodir Al Jailani.
Semoga Allah mensucikan rahasia jiwanya,

dan pimpinan golongan tassawwuf
Abil Qosim Junaid al Baghdadi

dan Sayyid Syaikh Ma’ruf al karkhi
dan Sayyid Syaikh Sirri As saqhati
dan Sayyid Syaikh Habib Al-Ajami
dan Sayyid Syaikh Hassan al Basri
dan Sayyid Syaikh Ja’far Shodiq
dan Sayyid Syaikh Yusuf al Hamdani
dan Sayyid Syaikh Abi Yazid al Bustami
dan Sayyid Syaikh Bahauddin Naqsyabandi dan Imam Robbani dan Sayyid Syaikh Ahmad Khatib Sambas bin Abdul Ghofar

Dan kepada guru kita yang dimuliakan Syaikh.......

dan guru kita yang dimuliakan, dan kepada leluhurnya, kepada anak turunnya dan ahli keluarga silsilah serta semua yang mengambil berkah dari mereka. Segala sesuatu hanya milik Allah, untuk mereka (kami) hadiahkan, Alfaatihah

6. Tsumma ilaa arwaahi
waalidiinaa wa waalidiikum
wa masyaaikhinaa wa masyaaikhikum
wa amwaatinaa wa amwaatikum
waliman ahsana ilainaa
wa liman lahuu haqqun ‘alainaa,
wa liman aushoonaa wastaushoonaa, waqolladanaa ‘indaka bidu’aail khoir.
Kullu sya'in lillaahi lahum, al Faatihah .

Artinya : Semoga disampaikan kepada arwah ayah-ayah kami dan ayahmu sekalian, dan bagi arwah guru-guru kami dan arwah guru-gurumu sekalian, dan kepada mereka yang telah meninggal dunia dari pihakku dan dari pihakmu sekalian, kepada mereka yang mempunyai haq terhadap kita sekalian . Kepada mereka yang telah berwasiat kepada kita. Kepada mereka yang meminta wasiat dari kita sekalian dan mengikuti kita di jalan Ridho-Mu dengan doa kebaikan. Segala sesuatu hanya milik Allah, untuk mereka (kami) hadiahkan, Alfaatihah

7. Tsumma ilaa arwaahi jamii’il mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat al ahyaa'i minhum wal amwat,
min masyaariqil ardhi ilaa maghooribihaa min yamiinihaa ilaa syimaalihaa,
wamin Qoofin ilaa Qoofin, milladun Aadam ilaa yaumil Qiyaamah.
Sya'in lillaahi lahum, al Faatihah .

Artinya: Semoga disampaikan kepada seluruh saudara-saudara kami, baik mukminin maupun muslimah, dan muslim serta muslimah. Baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia mulai dari timur hingga barat dunia, dari selatan hingga utara dunia, dan dari Gunung Qaf ke Gunung Qaf, mulai dari Adam sampai hari kiamat. Segala sesuatu hanya milik Allah, untuk mereka (kami) hadiahkan, Alfaatihah

*********** ************ ************ ************

Laa ilaaha illallohu walloohu Akbaru wa Lillaahil hamdu.
Artinya: Tiada tuhan selain Allah, Dia-lah yang Maha Besar dan hanya bagi-Nya segala puji.

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul huwalloohu ahad Alloohush Shomad
k Lam yalid wa lam yuulad l Wa lam yakul lahuu kufuwan Ahad m {3/11 X}

Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Ya Muhammad) Allah itu Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Laa ilaaha illallohu walloohu Akbaru wa Lillaahil hamdu.
Artinya: Tiada tuhan selain Allah, ialah Zat yang Maha Besar dan bagi-Nya lah segala puji.

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a’uudzu birobbil falaqj, Min syarri maa kholaqk Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqobl Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqodm Wa min syarri haasidin idzaa hasad n
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakan Aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

Laa ilaaha illallohu walloohu Akbaru wa Lillaahil hamdu.
Artinya: Tiada tuhan selain Allah, ialah Zat yang Maha Besar dan bagi-Nya lah segala puji.

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a’uudzu birobbin naasj Malikin naas k Ilaahin naas l Min syarril waswaasil khonnaasm Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naasn Minal jinnati wan naas

Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja Manusia. Sembahan Manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi. Yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari jin dan manusia.

Bismillaahirrohmanirrohiimj Alhamdulillaahi Robbil 'aalamiink Ar Rohmaanir Rohiiml Maaliki yawmid diinm Iyyaa-Ka na'budu wa iyyaa-Ka nasta'iinn Ihdinas shirootol mustaqiimo
Shirootholladziina an'am-Ta 'alaihim ghoiril maghdhuubi 'alaihim waladdhoooolliinp
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Bismillaahirrohmaanirrohim. Alif Laam Miiimj Zaalikal Kitaabu laa roiba fiihi hudal lil muttaqiink Alladziina yu'minuuna bil ghoibi wa yuqiimuunas sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquunl Wallaziina yu'minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila min qoblika wa bil aakhiroti hum yuuqinuunm Ulaaika 'alaa hudam mir Robbihim wa ulaa'ika humul muflihuunn.
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alif, laam miim . Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Wa ilaahukum ilaahuw waahid, laa ilaaha illa Huwar Rohmaanur Rohiim.
Artinya: Dan Tuhan-Mu Tuhan yang satu. Tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Alloohu laa ilaaha illa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta'hudzuhu sinatuw wa laa nawm lahuu maa fis samaawati wa maa fil 'ardhi man dzal ladzii yasyfa'u indahuu illa bi'idznihi ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai'in min 'ilmihii illaa bimaa syaa'a wasi'a Kursiyyuhus samaawati wal 'ardho wa laa ya'uudhuhu hifzhuhumaa wa Huwal 'Aliyyul 'Azhiim .
Artinya: Allah tidak ada tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan apa yang dibumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Innaa anzalnaahu fii Lailatil Qadrij Wa maa adrooka maa Lailatul Qodrik Lailatul Qodri khoirum min alfi syahrinl Tanazzalul Malaaikatu war Ruuhu fiihaa bi'idzni Robbihim min kulli amrinm Salaamun hiya hatta mathla'il fajrn
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari malam seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Bismillaahirrohmanirrohiim. Wal 'ashrij Innal insaana lafii khusrink Illal ladziina aamanuu wa 'amilus shoolihaati wa tawaashow bil haqqi wa tawaashow bis shobril
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Demi masa. Sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh. Dan yang saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Bismillaahirrohmanirrohiim. Idzaa jaa'a nashrulloohi wal fathj Wa ro'aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajak Fasabbih bihamdi Robbika wastaghfirhu innahuu kaana Tawwaabal
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Innallooha wa malaa'ikatahuu yusholluuna 'alan Nabiyy, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bersholawat kepada Nabi (Muhammad), hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kepadanya dengan keselamatan yang sempurna.

Bismillaahirrohmanirrohiim. Alloohumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaman 'alaa sayyidina Muhammadinil ladzii tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa'iju wa tunaalu bihir roghoo'ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu biwajhihil Kariimi wa 'alaa aalihi wa shohbihii fii kulli lamhatiw wa nafasin bi 'adadi kulli ma'luumillak. {3 X}
Al Faatihah …
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Limpahkanlah sholawat serta keselamatan yang sempurna atas penghulu kami Nabi Muhammad Saw yang telah mempertemukan salah satu ikatan kepercayaan yang bulat. Dan melepaskan dengannya dari kesengsaraan, dan mengabulkan segala maksud dan mendapatkan segala keinginan dan husnul khatimah (baik disaat terakhir) dan menghapuskan segala duka nestapa karena Zat-Mu Yang Mulia, dan atas para keluarganya juga para sahabatnya dalam setiap kedip pandangan dan pernafasan, sebanyak yang Engkau ketahui,
Al Faatihah

Kisah Abu Yazid Al Busthami dengan Muridnya

"... KELIHATANNYA KAU SEDANG MEMUJI ALLAH,
PADAHAL SEBENARNYA KAU SEDANG MEMUJI DIRIMU..."

Kisah Abu Yazid Al-Busthami
yang Insya Allah, dapat kita ambil pelajaran;
Di samping seorang sufi,
Abu Yazid juga adalah pengajar tasawuf.
Di antara jamaahnya,
ada seorang murid yang rajin mengikuti pengajiannya.
Suatu saat,
muridnya itu mengadu kepada Abu Yazid,
“Guru, aku sudah beribadah tiga puluh tahun lamanya.
Aku shalat setiap malam dan puasa setiap hari,
dan aku tinggalkan syahwatku,
tapi anehnya,
aku belum menemukan pengalaman ruhani yang Guru ceritakan.
Aku belum pernah saksikan apa pun yang Guru gambarkan.
Abu Yazid menjawab,
“Sekiranya
kau puasa dan beribadah selama tiga ratus tahun pun,
kau takkan mencapai satu butir pun dalam ilmu ini.”

Murid itu heran, “Mengapa, ya Tuan Guru?”
“Karena kau tertutup oleh dirimu,” jawab Abu Yazid.
“Apakah ini ada obatnya, agar hijab ini tersingkap?” tanya sang murid.
“Boleh,” ucap Abu Yazid, “tapi kau takkan melakukannya.”
“Tentu saja akan aku lakukan,” sanggah murid itu.
“Baiklah kalau begitu,” kata Abu Yazid,
“sekarang pergilah ke tukang cukur,
cukurlah (rambut) kepalamu dan jenggotmu, tanggalkan pakaianmu,
pakailah baju yang lusuh dan compang-camping."
Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang.
Pergilah kau ke pasar,
kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana.
Katakan pada mereka dengan lantang
“Hai anak-anak,
barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali,
aku beri satu kantung kacang.”
Lalu datangilah (juga) pasarmu (di mana)
jamaah kamu sering mengagumimu."

“Subhanallah, Kau mengatakan ini padaku,
apakah ini baik untuk kulakukan?“, kata murid itu terkejut.
Abu Yazid berkata, “Ucapan tasbihmu itu adalah syirik.”
Murid itu keheranan, “Mengapa bisa begitu?”
Abu Yazid menjawab,
“Karena (kelihatannya kau sedang memuji Allah,
padahal sebenarnya) kau sedang memuji dirimu."
Murid itu berkata,
“Aku tidak mampu melakukannya,
tunjukkan aku cara lain yang bisa kulakukan.”
Abu Yazid berkata:
"Mulailah dengan hal ini sebelum yang lain,
sampai perasaan agungmu hilang,
dan dirimu merasa rendah,
lalu akan kuberitahu apa apa yang baik bagimu."
Sang murid menjawab: "Aku tidak mampu melakukannya."
Abu Yazid berkata:
Kau memang takkan mampu melakukannya!”

(Sumber: Quutul Quluub, Abu Tholib al Makky, Juz 2, hal 121)

Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga, diantaranya:
1. Abu Yazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadah mudah terkena penyakit ujub dan takabur.

2. Abu Yazid menganjurkan muridnya berlatih menjadi orang hina agar ego dan keinginan untuk menonjol dan dihormati segera hilang, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian.

3. Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadat. Orang sering merasa ibadah yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan.

4. Orang yang gemar beribadah rawan jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadah dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan kecewa bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya.
Semoga Allah melindungi kita dari sifat ujub. Aamiin